RSS

Gerak dan Peredaran Benda-Benda Langit

BAB I
PENDAHULUAN
Allah swt menciptakan alam semesta ini dengan suatu system yang maha canggih, system tersebut didesain sedemikian rupa dahsyatnya. Alam semesta ini tersusun dari berbagai benda langit, diantaranya; planet, bulan, matahari, bintang, galaksi dan berbagai benda langit lainnya. Akibat kekuasaan Allah yang mendesain system yang begitu dahsyatnya, benda-benda langit tersebut bergerak sesuai garis edarnya secara teratur. Mereka taat dan patuh kepada Allah sebagai raja diraja alam semesta ini.
“kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
Prosesi dan pergerakan benda langit ini terjadi terus- menerus, tidak hanya berabad-abad namun bermiliar-miliar tahun. Dengan bergeraknya bumi misalnya, akan menimbulkan kekuatan yang maha dahsyat, baik bagi bumi sendiri maupun benda-benda langit lainnya.[1] Semua ini terjadi semata-mata karena kekuasaan Allah.
Hal ini dapat kita bayangkan, seorang sedang memutar gasing, tapi orang tersebut memakai tali untuk memutarnya, sedangkan untuk memutar benda langit Allah swt tidak membutuhkan tali, tapi hanya dengan kekuasaanNya Dia memutar benda langit yang begitu banyaknya.
Sebuah dynamo apabila diputar dengan kecepatan tertentu akan menghasilkan induksi magnetic, begitu pula bumi yang memilki kutub utara dan kutub selatan ketika bergerak (rotasi, revolusi, nutasi, apsiden, presesi) juga menghasilkan induksi magnetic.
Dengan putaran bumi itu pula terjadi gaya tolak-menolak dengan matahari, dimana matahari dan bumi sama-sama memilki gaya tarik-menarik (gravitasi). Andaikan bbumi tidak bergerak (hanya diam), maka bumi akan hancur tertarik oleh matahari.
Semua kejadian ini terjadi hanya semata-mata karena kekuasan Allah, Dialah Maha segala-galanya, dan hal ini seharusnya menambah kekaguman kita pada sebuha smber energy yang maha dahsyat.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman[2] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[3] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”.
BAB II
PEMBAHASAN
A. GERAK DAN PEREDARAN BENDA-BENDA LANGIT
1.      Dalil Al-Qur’an Mengenai Gerak dan Peredaran Benda-Benda Langit
38. Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. (QS. Yaasin : 38)


5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak
6. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang yang bertakwa (QS. Yunus : 5-6)  
62. Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (Al-Furqon: 62)
Dan ayat-ayat yang lain yang menjelaskan tentang hal ini adalah QS. Al-Imran : 190, Al-Mu’minun: 80, Al-Jatsiyah: 5, Al-Qashash: 71-72, dan lain-lain.
2.      Gerak dan Peredaran Matahari
  1. Peredaran Semu Matahari
Setiap hari kita melihat bahwa matahari terbit di kaki langit sebelah Timur, lalu bergerak makin lama makin tinggi, hingga akhirnya pada tengah hari mencapai tempat kedudukannya yang paling tinggi pada hari itu. Setelah itu ia meneruskan perjalannya, tempatnya di langit main lama makin rendah, dan pada senja hari kita lihat ia terbenam di ufuk sebelah Barat.

Perjalanan matahari seperti itu bukanlah gerak matahari yang sebenarnya, akan tetapi terjadi akibat adanya perputaran bumi pada porosnya (rotasi) selama sehari semalam. Peristiwa perjalanan matahari semacam itu dinamakan perjalanan semu matahari.
  1. Gerak Hakiki Matahari
Disamping melakukan perjalanan semu, matahari juga melakukan perjalanan tahunannya yang sesungguhnya, yakni perjalanan matahari dari arah Barat ke Timur dalam waktu satu tahun (365,2425 hari) untuk sekali putaran. Dengan demikian dalam sehari matahari bergerak 000 59' 08,33". Dengan kata lain, Suatu gerakan matahari yang mengitari pusat galaksi bersama bintang-bintang lainnya.
Jalur perjalanan tahunan matahari itu tidak berimpit dengan equator langit, tetapi ia membentuk sudut sekitar 230 27' dengan equator. Jalur perjalanan matahari inilah yang disebut Ekliptika (da-iratul Buruj). Ekliptika (da-iratul Buruj) ialah lingkaran besar pada bola langit yang memotong lingkaran equator langit dengan membentuk sudut 230 27' .
Titik perpotongan antara lingkaran equator dengan ekliptika itu terjadi dua kali. Perpotongan pertama terjadi pada saat matahari bergerak dari langit bagian selatan ke langit bagian utara yaitu di titik Aries (tanggal 21 Maret) yang disebut Vernal Equinox. Perpotongan kedua terjadi pada saat matahari bergerak dari bagian langit utara ke bagian langit selatan yaitu pada titik Libra (tanggal 23 September) yang disebut Auntumnal Equinox .
3.      Gerak dan Peredaran Bumi

1. Rotasi Bumi
      Gerak bumi berputar pada porosnya disebut gerak rotasi bumi. Arah berotasi dengan arah dari barat ke timur. Periode rotasi bumi adalah 23 jam 56 menit 4 detik.

2. Revolusi Bumi
Gerak bumi mengedari matahari disebut gerak revolusi bumi. Bidang orbit bumi mengedari disebut bidang ekliptika. Letaknya miring 23o 30’ terhadap bidang equator langit (perpanjangan bidang equator bumi). Periode revolusi bumi = 365.25 hari. Gerak revolusi bumi disebut juga gerak tahunan bumi atau gerak annual.

3. Gerak Presesi
Gerak presesi bumi disebut juga gerak gasing bumi, Maksudnya adalah perputaran sumbu rotasi bumi mengedari sumbu bidang ekliptika. Periode gerak presesi bumi = 26.000 tahun. Terjadi akibat kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika sebesar 66o30’. Matahari berusaha menarik bulatan bumi untuk jatuh ke bidang ekliptika, namun karena bumi berotasi, akibatnya sumbu bumi berputar bagaikan sebuah gasing yang mau jatuh.

4. Gerak Nutasi
Lingkaran gerak presesi bumi tidak mulus, melainkan bergelombang dengan periode gerak gelombangnya 19 tahun. Gerak gelombang ini disebut gerak nutasi. Gerak nutasi terjadi akibat pengaruh bulan yang berusaha menarik bumi ke bidang orbit bulan. Bidang orbit bulan miring 5o 12’ terhadap ekliptika.

5. Gerak Apsiden
Ialah gerak titik aphelium dan prehelium bergeser dari arah Timur ke Barat. Pergeseran titik aphelium dan prehelium ini menempuh sekali putaran (3600) selama sekitar 21.000 tahun sehingga gerak ini sebesar 0,17" perhari.
4.      Gerak dan Peredaran Bulan
Bulan merupakan salah satu benda langit pengikut bumi dan tidak mengeluarkan cahaya sendiri. Cahaya  bulan diperoleh dari pantulan sinar matahari. Al-quran secara teliti dan jelas membedakan matahari dan bulan.
Ÿ
 dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita”
Sebagaimana bumi, bulan juga mempunyai beberapa gerak yang penting, yaitu:
·         Rotasi
rotasi bulan adalah berputarnya bulan pada porosnya dari arah barat ke timur[4] secara lambat. Sekali berotasi bulan memerlukan waktu sama dengan satu kali revolusinya mengelilingi bumi atau 1 bulan.
Itulah sebabnya, bulan itu hanya tampak sebelah saja tampak dari bumi, sedangkan sebelahnya lagi tak pernah kelihatan.
·         Revolusi
Bulan berevolusi terhadap bumi, dari arah barat ke timur. Ssatu kali penuh revolusi memmerlukan waktu rata-rata 27 hari 7 jam 43 menit 12 detik.[5] Waktu peredaran bulan ini terbagi menjadi dua macam[6];
1.      Sideris (Syahr Nujumi)
Yaitu waktu yang ditempuh bulan untuk kembali ke tempat asalnya. Yakni memerlukan waktu sama dengan satu kali penuh revolusi bulan.[7]  
2.      Sinodis (Syahr Iqtironi)
Waktu yang diperlukan bulan baru sampai bulan baru lagi[8], Atau waktu yang diperlukan bulan dari ijtima’ keijtima’ berikutnya, memerlukan waktu kira-kira 29 hari 12 jam 44 menit  3detik. Waktu ini dijadikan dasar perhitungan bulan qamariyah. 
·         Selain berotasi dan berevolusi terhadap bumi, bulan dan bumi bersama-sama mengelilingi matahari.
Fase-fase Bulan
Sebagaimana yang telah kami uraikan tadi, bulan merupakan benda langit yang tidak dapat mengeluarkan cahaya sendiri. Cahaya yang dipancarkan oleh bulan merupakan sinar matahari yang dipatulkan olehnya. Dari hari ke hari bentuk bulan itu berubah-ubah sesuai dengan posisi bulan terhadap bumi dan matahari. Terkadang bulan berbentuk seperti sabit, terkadang berbentuk setengah lingkaran bahkan terkadang berbentuk lingkaran penuh.
Pada saat bulan persis berada diantara bumi dan matahari-yaitu saat ijtima’-maka seluruh bagian bulan yang tidak menerima sinar matahari sedang persis menghadap ke bumi.
Begitu bulan bergerak, maka ada sebagian bulan yang tampak dari bumi karena terkena sinar matahari, dalam dunia falak sering disebut hilal.
Semakin jauh bulan bergerak meninggalkan ijtima’, tujuh hari setelah bulan mati, semakin besar cahaya bulan yang nampak dari bumi, bulan tampak seperti setengah lingkaran, inilah yang disebut kwartir 1 atau tarbi’ awwal.
Kemudian pada pertengahan bulan (tanggal 15 bulan qamariyah). Sampailah pada saat dimana bulan pada titik oposisi dengan matahari yaitu saat istiqbal.[9]pada saat ini bumi berada persisi diantara mmatahari dan bulan, akibatnya bulan tampak seperti satu lingkaran penuh dari bumi, inilah yang dinamakan dengan al-badr atau bulan purnama.
Kemudian bulan berjalan terus hingga Nampak kembali seperti setengah lingkaran, kira-kira setelah tujuh hari setelah bulan purnama. Inilah yang dinamakan kwartir 2 atau  tarbi’ tsani. akhirnya bulan kembali pada posisi ijtima’ menjelang bulan baru, dimana bulan tidak terlihat cahayanya sama sekali dari bumi.
 
3.      Gerak dan Peredaran Benda Langit Lainnya
Pada saat itu Kepler (1571-1630) melakukan penyelidikan dan ia mengetahui bahwa peredaran bintang-bintang itu terikat pada beberapa syarat-syarat tertentu. Kemudian hasil penyelidikan itu dirumuskan dalam tiga buah hukum, hukum tersebut diberi nama hukum kepler.  Hukum-hukum itu ialah;[10]   
1.      Bintang (benda langit) beredar menngelilingi matahari menurut jalannya seperti penampang corong, diman mmatahari itu senantiasa terletakpada salah satu titik apinya.
2.      Dalam waktu yang sama garis-garis sinar suatu peredaran bintang melukiskan bidang-bidang yang sama luasnya.
3.      Pangkat dua dari waktu peredaran dua buah bintang beredar adalah berbanding sebagai pangat tiga dari jjarak rata-rata ke mmatahari. 
    1. Planet
Semua planet melakukan gerakan yang sama yaitu rotasi pada sumbunya dan revolusi mengelilingi matahari. Yang membedakan hanyalah frekuensi rotasi dan revolusi yang disebabkan perbedaan jarak tiap planet dari matahari, massa, garis edar, diameter planet itu sendiri.   Dalam tatasurya kita planet terbagi menjadi dua golangan, yakni; golongan dalam dan golongan luar.  
A.     Planet Dalam[11]
Planet-planet yang termasuk dari golongan dalam ialah;
Merkurius
merupakan planet yang terdekat dengan matahari. Planet in memilki Albedo, yaitu perbandingann antara cahaya yang dipantulkan dengan diterima dari matahari 0.07. jarak rata-atanya dari matahari adalah kurang lebih 58 jt km.[12] garis tengahnya kira-kira 4500 km,  lebih besar daripada garis tengah bulan yang hanya 3160 km.karena letaknya yang begitu dekat dengan matahari maka bagian yang menghadap matahari sangat panas. Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari. Ini berarti panjang siangnya 28 hari lebih demikian juga malam harinya. Merkurius meneglilingi matahari dalam waktu 88 hari.
Venus
Planet ini lebihh kecil dari bumi.planet ini dikenal dengan sebutan bintang kejora yang bersinar di sore hari atau pagi hari. Diameternya 1100 km[13], Bergaris tengah 12.320 km. Venus berotasi kurang lebih 247 hari, dan berevolusi selama 225 hari.
Mars
            mempunyai dua satelit yaitu phobus dan daimus. Jaraknya dengan matahari 226,48 jt km. Garis tengahnya adalah 6272 km, dan revolusinya 1,9 tahun, sedangkan rotasinya 24 jam 37 menit.
B. Planet Luar[14]
Yupiter[15]
Merupakan planet terbesar, mempunyai kurang lebih 14 satelit bulan. mempunyai garis tengah 138.560 km, rotasinya lebih cepat dibandingkan bumi yaitu 10 jam, sedangkan revolusinya 12 tahun sekali putaran karena jaraknya yang jauh dari matahari maka lama juga revolusinya. Berdiameter 142.860 jt  km. Jarak planet dengan matahari sekitar 779 jt km. Jarak terjauh dari matahari 966 jt km, sedangkan jarak terdekatnya 59 jt km.
Saturnus
Saturnus mempunyai masa jenis lebih kecil dari air yaitu 0,75g/cm3. Jarak rata-ratanya dari matahari 1428 jt km, menyelesaikan orbitnya sekali setiap 29,5 tahun.[16] Mepunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut titan (besarnya dua kali bbesar bulan). planet saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah yupiter. Mempunyai garis tengah 118.400 km. Berotasi cepat yaitu 10 jam 14 menit.
Uranus
Jarak rata-rata ke mmatahari adalah 2860 jt km dan mengelilingi matahari dalam waktu 84 tahun, serta berotasi selama 10 jam 47 detik. Mempunyai garis tengah 50.560 km.
Neptunus
Mempunyai jarak ke matahari sekitar 4470 jt km. Mempunyai diameter 48.600 km. berevolusi selama 165 tahun sekali seputar. Dan berotasi selama 2 jam.

Pluto[17]
Planet ini masih dipertanyakan lagi keberadaannya. Berevolusi selama 248,43 tahun. Periode rotasi kami belum mengetahuinya. Berdiameter 6.000 km dan mmemepunyai jarak dengan matahari 6.000 jt km.
Dari sekian planet yang telah ada jelaslah bumi yan tterbaik menjadi semuber kehidupan manusia dan makhluk lainnya, sebagimana firman Allah swt;
“ Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.”
    1. Bintang berekor (komet)
Komet merupakan anggota tatasurya, yang beredar mengelilingi matahari dan menerima energinya dari matahari. Diameter komet termasuk selabung gasnya urang lebih 100.000 km, sedangan diameter yang berupa bungkah-bungkah batuerkisar antara  10 sampai 20 km.
    1. Bintang beralih (meteor)
Meteor berupa batu-batu ecil yang berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 mm dan massanya tida lebih dari 1 gr. Meteor ini semacam debuangasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik atau 60 x 60 x 60 km per jam.
d.      Asteroid
Asteroid mengorbit mengelilingi matahari pada jarak dan lintaan tertentu. Kebanyakan asteroid mempunyai lintasan edar diantara mars dan yupiter. Lintasan asteroid tersebut dinamakan sabuk asteroid. Beberapa asteroid yang sudah dikenal Ceres dengan diameter 770 km, Juno (190 km), Vesta (390 km), Pallas (569 km), dan Gaspra.[18] Pergerakan Asteroid dengan memanfaatkan energi  matahari dan dengan sinar matahari pula asteroid berputar lebih cepat.
e.       Mereorid
 Meteorid merupakan benda-benda ruang angkasa yang tidak teratur orbitnya dan terletak di dekat bumi. Karena pengaruh gaya gravitasi, meteorid kadang-kadang masuk dan jatuh ke atmosfer bumi. Karena gerak jatuhnya cepat, meteorid biasanya habis terbakar selama bergesekan dengan atmosfer.
f.        Galaksi
System bingtang seperti galaksi umumnya terdiri atas sebuah atau lebih benda langit besar yang menjadi pusat atau induknya. Dan dikelilingi oleh benda langit lain sebagai anggota-anggotanya yang semuanya bergerak atau beredar selalu menmgelilingi pusatnya itu dengan gerakan-gerakan yang amat teratur
Sebuah galaksi terdiri dari berjuta-juta bintang atau benda langit yang beraneka ragam tipenya, dari bintang raksasa yang berwarnma merah sampai bintang-bintang kerdil yang berwarna putih, jarak antar bintang-bintang itu amatlah jauh, sehingga alam semesta Nampak kosong. Akan tetapi adapula bintang yang nampaknya mengelompok(berdekatan) mengelilingi sebuah pusat sehingga Nampak seperti kabut, tumpuk bintang atau star cluster.[19]
5.      Akibat dan Pengaruh  Gerak dan Peredaran Benda-Benda Lanit
v  Akibat dan Pengaruh Revolusi Bumi
a.       Gerak semu tahunan matahari di daerah zodiak. Gerak harian matahari terlambat 4 menit dari bintang setiap harinya, atau bergeser ke arah timur sebesar 1o (satu derajat) busur di latar belakang bintang-bintang di daerah zoodiak.
b.      Terjadinya paralaks bintang.
c.   Terjadinya pergantian musim di permukaan bumi akibat kemiringan sumbu bumi sebesar 66° 30’ terhadap bidang peredarannya (bidang ekliptika).
Sumbu bumi condong 23,5 terhadap garis tegak lurus pada bidang ekliptika. Selama bumi berevolusi kecondongan dan arah sumbu bumi tidak berubah.
Kala revolusi bumi 365,3 hari atau setahun dibagi atas 12 bulan. Dalam peristiwa ini terdapat empat tanggal yang perlu kita perhatikan yaitu: 21 Maret, 21 Juni, 23b September, dan 22 Desember.
A.    Tanggal 22 Desember
Sumbu bumi dan poros bumi – matahari membuat sudut 90 + 23,5 – 113,5. Letak kutub utara paling jauh terhadap matahari. Akibatnya ialah :
a.       Daerah kutub utara terus-menerus terlindung dari sinar matahari atau malam terus-menerus. Daerah malam total ini makin hari makin sempit. Saat demikian disebut sedang terjadi musim dingin di daerah bumi utara.
b.      Kita di khatulistiwa pada tanggal 22 Desember melihat matahari berada didaerah langit sebelah selatan. Pada jam 12.00 siang sinar matahari jatuh tegak lurus pada garis 23,5 lintang selatan. Garis 23,5 lintang selatan itu kita sebut garis balik selatan.    
c.       Pada saat yang sama letak kutub selatan berada paling dekat dengan matahari, sehingga terjadi siang terus-menerus, karena selalu menghadap ke matahari. Daerah total siang ini makin hari makin sempit dan berahir pada tanggal 21 maret. Selama itu didaerah bumi selatan kita sebut letak bumi berada didaerah perihelium. Bumi berada dititik perihelium tanggal 1 Januari. Kecepatan rrevolusi bumi didaerah perihelium rata-rata 30,2 km sejam yang merupakan kecepatan revolusi bumi tercepat. Sehingga bumi berada didaerah perihelium. waktunya tidak lama atau kurang dari 0, 25 tahun. Dengan perkataan lain musim dingin di belah bumi utara atau musim panas didaerah bumi selatan berlangsung lebih pendek, atau kurang dari 3 bulan. Hal ini dipandang lebih menguntungkan, karena sebagian besar dari benua berada di belah bumi utara yang lebih singkat menderita karena musim dingin.
Berdasarkan pengamatan dari bumi, pada tanggal 22 Desember letak matahari berada pada satu arah dengan rasi bintang capicorn, sehingga tanggal 22 Desember disebut juga matahari berada pada titik Capicornus.
B.     Pada tanggal 21 Maret dan 23 September
Pada kedua tanggal itu, bumi berada diarah yang berlawanan terhadap matahari. Siumbu bumi membuat sudut 90 terhadap pporos bumi-matahari, sehingga kutub utara dan kutub selatan terletak sama jauh terhadap matahari. Akibatnya ialah lamanya waktu siang sama dengan lamanya waktu malam, masing-masing.
Pada jam 12.00 siang sinar matahari jatuh tegak lurus pada katulistiwa. Kita sebut matahari berada pada titik Okinoksi, artinya waktu siang sama dengan waktu malam 12 jam.
C.     Pada tanggal 21 Juni
Pada tanggal itu sunmbu bumi dan poros bumi-matahari membuat sudut 90- 23,5 = 66,5. Kutub utara terletak paling dekat dengan matahari. Akibatnya ialah :
a.       Daerah kutub utara terus-menerus mendapat sinar matahari atau terjadi siang terus-menerus. Daerah total siang ini semakin lama semakin sempit. Selama waktu ini didaerah belah bumi utara sedang terjadi musim panas.
b.      Kita dikatulistiwa melihat matahari berada dilangit sebelah utara. Pada jam 12.00 siang sinar matahari jatuh tegak lurus pada garis 23,5 lintang utara. Garis itu kita sebut garis balik ( matahari ) utara.
c.       Pada saat yang persamaan kkutub selatan terus-menerus terlindung dari sinar matahari, sehingga terjadi malam terus-menerus. Kita katakana disebelah bumi selatan sedang terjadi musim dingin.
Pada saat itu bumi ini sedang berada didaerah Aphelium. Bumi berada dititik Aphelium tanggal 1 Juli. Kecepatan revolusi didaerah Aphelium rata-rata 29,2 km sejam, yang merupakan kecepatan rata-rata rendah. Sehingga bumi berada didaerah Aphelium lebih lama. Dengan perkataan lain musim panas didaerah bumi utara atau musim dingin di daerah bumi selatan berlangsung lebih lama. Hal ini menguntungkan lagi bagi belah bumi utara.
Berdasarkan pengamatan dari bumi, matahari berada searah dengan rasi bintang cancer. Sehingga pada tanggal 21 Juni itu disebut juga matahari berada dititik Cancer.
v  Akibat dari gerak presesi bumi :
Kutub langit Utara dan Selatan tidak tetap letaknya, selalu berpindah karena memutari kutub ekliptika dengan periode 26.000 tahun.
Koordinat seluruh benda langit selalu berubah untuk jangka waktu panjang. Letak matahari dan titik Aries (Titik Hamal/Titik Aries)) berpindah letaknya di zodiak ke arah barat (mundur) dengan periode 26.000 tahun. Setiap zodiak ditempuh sekitar 2000 tahunan.
v  Akibat rotasi bumi
  1. Terjadinya pergantian siang dan malam.
a.       Siang terjadi apabila muka bumi menghadap ke matahari, sehingga nendapat sinar langsung dari matahari.
b.      Malam terjadi saat muka bumi membelakangi matahari sehingga tidak mendapat sinar langsung.
Rotasi bumi yang sesuai dengan arah jarum jam mengakibatkan siang atau malam selalu dimulai dari timur berurutan kearah barat. Dengan demikian siang dan malam saling bergantian sambung-menyambung terus-menerus. Kita di bumi satu siang dan satu malam sehingga disebut dengan sehari semalam = 24 jam.
Pemberian nama dan saat dimulainya perhitungan hari dilakukan dengan perjanjian dan batas tempat yang disebut Garis Batas Tanggal Internasional. Yaitu garis Bujur Barat / Bujur Timur 180. Garis itu terletak membujur dari kutub utara – selatan di tengah-tengah Samudera Pasifik, sehingga tidak banyak mengganggu.
Hari pertama adalah dimulai dari tempat sebelah barat garis terus berangsur kebarat. Jadi, bila disebelah barat garis dimulai dengan hari minggu, maka disebelah garis sebelum hari minggu berarti hari sabtu. Bila hari minggu kita terbang ke Kalifornia dari Tokyo, kita sampai di Kalifornia menghadapi malam minggu. Demikian seterusnya.
  1. Terjadinya perbedaan waktu setempat
Keliling khatulistiwa 360 busur. Sekali bumi berputar 360 selama 24 jam. Satu jam meliputi daerah waktu 360 : 24 = 15. Setiap 15 berbeda waktu 1 jam. Disebut perbedaan waktu setempat. Masing-masing disebut waktu setempat.
Secara astronomis Indonesia terletak di antara 95 BT – 111 BT yang berarti sepanjang 46 bujur bumi atau 3 x 15 bujur bumi atau meliputi 3 daerah waktu setempat yaitu :
a.       Daerah waktu Indonesia bagian timur (WIT) yang meliputi wilayah Maluku dan Irian.
b.      Daerah waktu Indonesia bagian tengah (WITA) yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT  dan Timor-Timur.
c.       Daerah waktu Indonesia bagian Barat (WIB) yang meliputi wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali.
  1. Terjadinya pembelokan arah angin.
  2. Terjadinya pemepatan bumi didaerah kutub.
  3. Semua benda langit diluar bumi seolah-olah beredar dari timur kearah barat.
  4. Penutup
Demikianlah pembahasan tentang gerak dan peredaran benda-benda langit pada makalah ini yang dapat kami susun yang tentu saja masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, oleh sebab itu kritik dan saran dari pihak yang terkait dalam hal ini sangat kami nantikan untuk perbaikan selanjutnya. semoga bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
  • Dyayadi, Alam Semesta Berthawaf, Yogyakarta; lingkaran, 2008
  • Endarto, Danang, Pengantar Kosmografi, Surakarta: UNS Press, 2005
  • Khazin, Muhyidin, Ilmu Falak dalam teori dan praktik, cet III, Yogyakarta: Buana Pustaka, 2004
  • Kindersley, Dorling, Jendela Iptek: Astronomi, Jakarta: Balai Pustaka
  • Purwanto, Agus, Ayat-ayat Semesta: Sisi-sisi Al-Qur’an yang Terlupakan, cet I, Bandung: Mizan Pustaka, 2008
  • Simamora, P., Ilmu Falak(Kosmografi), cet XXX, Jakarta: Pedjuang Bangsa, 1985
  • Sudharta, Tjokorda Rai, Winda Windawan, Kalender 301 Tahun (tahun 1800-2100), Jakarta; Balai Pustaka, 2006
  • Tjasyono, Bayong, Ilmu Kebumian dan Antariksa, cet I, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006


[1] Dyayadi, Alam Semesta Berthawaf, (Yogyakarta; lingkaran, 2008), h 211-212
[2] Maksudnya: orang yang sempurna imannya.
[3] Dimaksud dengan disebut nama Allah Ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakannya.


[4] Muhyiddi khazin, Ilmu Falak Dalam Teori dan Praktek, (Yogyakarta; Buana Pustaka), h 131
[5]  ibid. h 132
               [6] Simamora, ilmu Falak (kosmografi), (Jakarta; C.V Pedjuang bangsa, 1985), h 39
[7] Muhyiddi khazin, Op.Cit,
[8] Simamora, Op.Cit. h 40
[9] Muhyiddi khazin, Op.Cit, h 134
[10] Den Hollander, Ilmu Falak Untuk Sekolah Menengah di Indonesia, (Jakarta; J.B Wolters-Groningen, 1951). h 82-83
[11] Maskoeri Jasin,Ilmu Alamiah Dasar,(Jakarta; Rajawali Press, 2008). h  97-108
[12] Danang Endarto, Pengantar Kosmografi, (Surakarta;UNS Pers, 2009), h 57
[13]Danang Endarto, ibid.
[14] Maskoeri Jasin, Op. Cit. h 109-112.
[15] Danang Endarto, ibid.
[16] Danang Endarto, ibid.
[17] Danang Endarto, ibid.
[18] http.www.mail-archive.com
[19] P. Simanora, op cit h. 58

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar